JAKARTA- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasad Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Basuki Cahaya Purnama menghadiri acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Rumah Sakit Yayasan Buddha Tzu Chi dan peresmian Tzu Chi Center di Jl.
Home Tentang Kami Fasilitas & Pelayanan Jadwal Dokter Pendaftaran Berita & Artikel Hubungi Kami Info Karir Info Karir RS Cinta Kasih Tzu Chi membuka peluang untuk berkarir diposisi sebagai berikut Admin Farmasi Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan SMK Farmasi Diutamakan memiliki Pengalaman kerja minimal 1 tahun Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Analis Lab Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan minimal D3 Analis Kesehatan Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Diutamakan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Asisten Apoteker Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan D3 / S1 Farmasi Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Diutamakan memiliki Pengalaman kerja minimal 1 tahun Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Kasir Pria/Wanita Usia Max 30 th Minimal pendidikan D3 Manajemen / Akuntansi Diutamakan memiliki pengalaman Kasir di Rumah Sakit Min 1 tahun Kemampuan komputer Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Perawat Bedah Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan minimal D3 Keperawatan Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Pengalaman kerja sebagai perawat bedah minimal 1 tahun Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Perawat Gigi Terapis Gigi dan Mulut Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan minimal D3 Keperawatan Gigi Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Perawat Umum Pria/Wanita Usia Max 30 th Pendidikan S1 Ners Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Diutamakan memiliki pengalaman kerja sebagai perawat minimal 1 tahun Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Staff Coding BPJS Pria Usia Max 30 th Minimal Pendidikan D3 Rekam Medis/Kesehatan Masyarakat Memiliki STR Aktif dan bersedia membuat SIP Diutamakan memiliki pengalaman Staff Coding BPJS Casemix di RS Min 1 tahun Diutamakan memahami sistem INACBG Melakukan Coding ICD10 & ICD9 Memahami Alur & Regulasi BPJS Kesehatan Kemampuan komputer Sehat jasmani dan rohani Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis More Information Staff Customer Care Pria Usia Max 30 tahun Pendidikan Minimal D3 Public Relation, Ilmu Komunikasi, Administrasi Rumah Sakit atau relevan Pengalaman Kerja Min 1 tahun di bidang Marketing / Customer Care Terbuka bagi Fresh Graduate yang bertalenta dan minat di bidang Marketing / Customer Care Memiliki Keterampilan Interpersonal, Komunikasi yang baik dan Berjiwa Humanis Sehat jasmani dan rohani More Information Hal-hal yang perlu dilampirkan sebagai berikut Surat Lamaran Kerja Biodata / CV Fotocopy Ijazah & Transkrip Nilai Fotocopy STR untuk medis Pas Photo 4 x 6 cm 1 Lembar Fotocopy e-KTP / KTA Profesi Fotocopy Kartu Keluarga Fotocpoy NPWP Fotocopy Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Lamaran dikirim ke HRD RS Cinta Kasih Tzu Chi Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Jl. Kamal Raya Outer Ring Road Cengkareng Timur, Jakarta Barat 11730 Telp. 021 559 636 80 ; Fax. 021 559 636 81 Email hrd
Salahsatu dokter di RS Cinta Kasih Tzu Chi menerima vaksin Covid-19. Dessy bersyukur dirinya sebagai tenaga medis sudah difasilitasi oleh pemerintah untuk menerima Vaksin Covid-19 yang pertama kali. "Saya merasa senang, semoga adanya vaksin ini semakin membantu pemerintah dalam menangani pandemik Covid-19 di tanah air," ungkap Suster DessyAda yang berubah di lantai enam Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Jakarta. Bangsal-bangsal di tingkat ini disulap menjadi tempat “peristirahatan” sementara bagi mereka yang mengkarantina diri lantaran Covid-19. Ruangan-ruangan di gedung asrama atau dormitory itu semula diperuntukkan bagi para perawat dan tenaga medisnya. Sebagai ruang isolasi mandiri, fasilitas yang ditawarkan Tzu Chi relatif sederhana jika dibandingkan dengan beberapa rumah sakit lain yang wah’. Kamarnya lebih mirip tempat indekos dengan kasur tidur ukuran single, meja, pendingin ruangan, kamar mandi dengan penghangat air, serta teras. Tzu Chi menawarkan paket ruang isolasi ini Rp 3,2 juta untuk tiga malam dan Rp 6,2 juta untuk 14 malam. Tarif tersebut jauh di bawah yang ditawarkan RS Yarsi sebesar Rp 17,5 juta, misalnya, atau RS Pelni yang bekerja sama dengan hotel berbintang. Dengan harga yang lebih terjangkau, peminat paket isolasi ini pun cukup tinggi. Ketika menyambangi rumah sakit tersebut Jumat 18/9 pagi kemarin, tinggal beberapa kamar yang belum terisi. Namun tak ada aktivitas berarti di lorong-lorong gedung asrama lantai enam itu. Sepi. Hanya ada satu penjaga. Penghuni yang mengambil paket isolasi mandiri memang dilarang keluar kamar selama karantina. Kebutuhan makanan dan cemilan diantarkan ke kamar masing-masing. Fasilitas ruang karantina di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Jl. Kamal Raya, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Jumat 18/9/2020. Adi Maulana Ibrahim Katadata Lantai satu dan dua gedung ini yang difungsikan sebagai ruangan poli juga cukup hening, hanya ada beberapa orang yang terlihat beraktivitas. Sedangkan lantai lainnya masih berfungsi sebagai asrama bagi perawat dan tenaga medis Rumah Sakit Tzu Chi. Tak jauh dari gedung asrama yang menjadi ruang poli dan kamar karantina paket isolasi mandiri, ada ruang isolasi sementara bagi pasien yang positif Covid-19. Rumah Sakit Tzu Chi menyediakan delapan tempat tidur isolasi sementara yang dilengkapi dengan ventilasi udara tekanan negatif. Saat ini lima tempat tidur telah terisi pasien Covid-19. Di ruangan ini terbatas hanya untuk pasien dan petugas medis yang memakai alat pelindung diri lengkap. Tak jauh dari ruangan tersebut ada fasilitas tes swab dan rapid test secara drive through. Banjir peminat ruang isolasi ini seiring lonjakan kasus virus corona yang tak kunjung melandai. Hingga Jumat kemarin, pasien positif Covid-19 bertambah orang di seluruh Indonesia. Dengan demikian, total kasusnya mencapai dengan pasien dinyatakan sembuh dan orang meninggal. Perhatikan grafik pada Databoks berikut ini Ruang Isolasi untuk Menangkap Pasar Asisten Rumah Tangga Rumah Sakit Tzu Chi sempat terbawa viral di media sosial dan pemberitaan media nasional. Pasalnya, di saat kapasitas ruang isolasi dan perawatan intensif bagi pasien Covid-19 menipis, sejumlah rumah sakit menawarkan paket-paket isolasi mandiri ekslusif dengan harga yang cukup tinggi. Ketua Tim Covid-19 Rumah Sakit Tzu Chi dr. Adrianus Kanaris mengatakan bahwa instansinya mulai mengiklankan paket-paket isolasi mandiri pada akhir Mei 2020. Namun baru heboh belakangan ini karena viralnya iklan paket isolasi eksklusif Rumah Sakit Yarsi. Ketika mengkonfirmasi paket isolasi tersebut, bagian informasi RS Yarsi mengatakan bahwa promo tersebut telah ditiadakan sejak 1 Juli 2020. Menurut Adrianus, ada pasar yang ingin ditangkap oleh Tzu Chi dengan iklan tersebut, yakni para asisten rumah tangga ART yang baru datang dari kampung halaman. Ketika itu, pasca-lebaran atau Idul Fitri, memang cukup banyak orang kembali bekerja di Jakarta. Dan benar, selama ini sebagian besar yang mengambil paket ini yakni para majikan ART. “Kami coba fasilitasi, bukan untuk yang positif,” kata Adrianus. “Banyak penanggung jawab ART tidak mau langsung menerima pekerjanya karena takut membawa virus corona ke rumah. Mereka minta dikarantina untuk memperjelas statusnya.” Dalam kesempatan ini, Adrianus meluruskan anggapan bahwa paket-paket ini ditebar karena ada kebijakan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan sempat melarang masyarakat untuk isolasi mandiri di rumah dan menyarankan karantina di rumah sakit atau fasilitas-fasilitas yang telah ditunjuk. Hal itu bisa terlihat dari iklan yang sudah beredar jauh sebelum Anies mengeluarkan kebijakan. Fasilitas ruang karantina di Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi, Jl. Kamal Raya, Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Jumat 18/9/2020. Adi Maulana Ibrahim Katadata Meski telah menyediakan berbagai fasilitas tersebut, termasuk 21 kamar untuk isolasi mandiri, Tzu Chi bukanlah rumah sakit rujukan Covid-19. “Jangan salah persepsi. Kami menolong orang dari berbagai jenis penyakit harus tuntas, sesuai dengan visi misi pendiri kami. Fasilitas-fasilitas itu disediakan secara bertahap seiring berjalannya waktu,” kata juru bicara Rumah Sakit Tzu Chi dr. Toto Suryana kepada Pihak rumah sakit tidak dapat memilih pasien yang datang. Karena itu, bisa saja terjadi bila ada pasien tanpa gejala atau dengan gejala ringan datang melalui jalur umum dan setelah melalui serangkaian tes dinyatakan positif Covid-19. Ketika mendapatkan pasien yang positif Covid-19, saat itulah Tzu Chi menyiapkan ruangan isolasi khusus sementara sebelum dirujuk ke rumah sakit lain. Karena itu, awalnya ruang isolasi sementara hanya tersedia empat tempat tidur. Namun karena pasien terus berdatangan dan sebagian dikonfirmasi positif Covid-19, kapasitasnya ditambah menjadi delapan. Pasien positif dengan gejala ringan akan dirawat di ruang isolasi sementara hingga dapat dipindahkan ke rumah sakit acuan. Sedangkan untuk pasien dengan gejala berat, menurut Toto, pihaknya belum pernah mendapati pasien seperti itu. Misi Berbeda Staysolation Rumah Sakit Pelni Kondisi yang berbeda dijalankan Rumah Sakit Pelni. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, kapasitas ruang perawatan dan isolasi menjadi kendala berarti. Oleh karena itu, anak usaha PT Pelni ini mengakalinya dengan menjalin kerja sama dengan hotel dan beberapa safe house. “Karena kapasitas terbatas, kami berusaha untuk bekerja sama dengan beberapa safe house. Misalnya ada perusahaan atau BUMN yang punya wisma, kami ajak kerja sama, atau dengan hotel,” kata Direktur pengembangan layanan RS Pelni dr Didid Winnetouw. Pemilihan hotel atau safe house sebagai staysolation ini ditentukan oleh pihak RS Pelni, bukan pasien. Sebab, pemilihan lokasi isolasi sangat tergantung pada hasil screening awal. Jika pasien memiliki risiko tinggi atau gejala sedang hingga berat, mereka tidak bisa isolasi mandiri menggunakan program ini, melainkan dirawat di rumah sakit. Jika ruangannya tidak tersedia, RS Pelni akan mengarahkan ke rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya. Adapun orang tanpa gejala atau OTG yang telah dikonfirmasi positif dapat isolasi sendiri dalam satu ruangan di hotel atau safe house lainnya. Syarat lainnya yaitu harus bisa melakukan aktivitas harian sendiri. Sedangkan orang dalam pengawasan ODP yang belum dikonfirmasi statusnya dapat isolasi lebih dari satu orang dalam satu ruangan di safe house. Baik OTG maupun ODP akan mendapat pengawasan dari tenaga medis RS Pelni. Selama di staysolation, pasien akan mendapatkan serangkaian layanan yang telah dirancang khusus paket pengawasan dan pengobatan dan layanan pemeriksaan tes PCR. Menurut Didid, peminat program ini sangat tinggi. Saat ini RS Pelni menerima pendaftaran dokumen screening hingga 80 orang per hari.Q3vCd. 416 301 287 268 16 191 402 410 404